コロナ関連

Perkembangan Covid19 Di Jepang: Mutasi Virus Merebak, PM Mengumumkan Kebijakan Baru

投稿日:

Melanjuti perkembangan berita dari artikel kami seputar Perkembangan Covid19 yang lalu, pada artikel ini kami akan mengumpulkan beberapa perkembangan terkini seputar kondisi pandemi di Jepang. Seperti yang pernah kami bahas di berbagai artikel lampau, para pakar ahli mengkhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus positif serta penyebaran virus yang bermutasi setelah status darurat di cabut. Dengan musim kelulusan, sakura, ditambah dengan dibukanya Super Nintendo World di USJ pada 18 Maret yang lalu, banyak orang yang pergi berwisata, serta melakukan pesta yang dicurigai menjadi faktor penyebab melonjaknya kasus positif serta penyebaran virus yang telah bermutasi.

Dikarenakan melonjaknya kasus positif, pemerintah Jepang berencana untuk memberikan para pemerintah daerah izin untuk mengimplementasikan peraturan yang lebih ketat mulai 12 April 2021. Sampai dengan artikel ini ditulis, daerah yang mungkin akan diberikan izin tersebut adalah Tokyo, Kyoto dan Okinawa, sedangkan di beberapa daerah di prefektur Osaka, Hyogo dan Miyagi, peraturan serupa sudah berlangsung, khusus untuk Osaka ada kemungkinan besar status darurat akan kembali dinyatakan apabila angka positif tidak menurun.

 

Kebijakan ini direncanakan akan berlangsung hingga 5 Mei untuk Kyoto dan 11 Mei untuk Okinawa, dan pemerintah daerah akan kembali menyarangkan restoran dan bar untuk beroperasi hingga jam 8 malam saja serta membatasi event besar untuk hanya dihadiri 5.000 orang. Apabila ada tempat usaha yang melanggar maka mereka akan didenda hingga 200.000 yen

 

Vaksinasi Tidak Menjamin 100% Kekebalan

 

Seorang pekerja medis yang telah mendapatkan 2 dosis vaksin tertular virus Covid19, pakar ahli menyatakan bahwa hal ini terjadi karena antibodi belum sepenuhnya terbentuk, karena itu apabila Anda sudah melengkapi vaksinasi Anda nanti, disarankan untuk tetap menjaga jarak serta sering mencuci tangan dan memakai masker.

 

 

Proses vaksinasi yang tergolong lamban juga mengundang kritik dari berbagai pihak, terutama bagi para pengusaha dikarenakan semakin berkurangnya pelanggan yang dapat berbelanja dan berwisata.

 

 

Sumber:

The Japan Times 『Covid-19 New Updates』

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA