生活

Perkembangan Covid19 Di Jepang: Menyambut New Normal Di Jepang

Halo semuanya!
Tak terasa sudah dua bulan berlalu sejak pemerintah Jepang memberlakukan status keadaan darurat di seluruh wilayah Jepang. Semenjak mencapai puncak jumlah kasus hingga 700 kasus/hari pada tanggal 11 April 2020, kasus baru Covid19 terus mengalami penurunan dan pada tanggal 25 Mei 2020 akhirnya pemerintah Jepang mencabut status darurat nasional. Pada bulan Juni, jumlah kasus harian masih relatif stabil di bawah 50 kasus secara nasional. 

Status keadaan darurat di Jepang berbeda dengan negara lain pada umumnya yang membatasi pergerakan warganya secara ketat dan ada hukuman bila melanggar. Berdasarkan konstitusi Jepang, negara wajib menjamin kebebasan individu, namun tidak tertulis pengecualian ketika keadaan darurat. Sehingga pada saat keadaan darurat pun, pemerintah tidak memiliki wewenang untuk menghukum orang yang tidak mentaati anjuran pemerintah. Sebelum diberlakukannya status ini, tidak sedikit ada warga Jepang yang cuek dan tidak mentaati anjuran pemerintah untuk tetap di rumah, khususnya di kalangan anak muda. Selain itu, masih banyak pekerja tidak melakukan telework. Akan tetapi semenjak diberlakukannya keadaan darurat secara nasional, kewaspadaan masyarakat semakin meningkat. Jepang memiliki libur panjang tanggal 29 April hingga 6 Mei 2020, atau yang lebih dikenal sebagai Golden Week. Biasanya banyak orang pulang ke kampung halaman atau berwisata ke daerah menggunakan Shinkansen ketika Golden Week. Saat keadaan darurat diterapkan dan pemerintah menetapkan anjuran untuk tidak berpindah kota, jumlah penumpang Shinkansen mengalami penurunan sangat drastis hingga 98 persen dibanding tahun lalu.

Selain memberlakukan status darurat nasional, pemerintah Jepang juga terus memperingati warga untuk menghindari 3Cs, yaitu Closed spaces (ruang tertutup), Crowded places (tempat keramaian), dan Close-contact settings (berbicara dengan jarak dekat) Hampir setiap hari pemerintah lokal melakukan pengumuman lewat pengeras suara.

Semenjak pengakhiran status darurat dan menurunnya kurva pertambahan kasus Covid-19, Jepang memasuki masa “New Normal” yang menganjurkan warga untuk tetap rajin mencuci tangan secara rutin, memakai masker, melakukan social distancing dan menghindari 3Cs. Pemberlakuan new normal ini dilakukan secara bertahap berdasarkan kebijakan daerah masing-masing. Contohnya untuk Tokyo, pemerintah daerah membagi menjadi beberapa tahapan. Tahap pertama: pemerintah Tokyo mulai membuka fasilitas olahraga outdoor, institusi pendidikan, dan fasilitas kebudayaan (museum, perpustakaan, dll) dengan membatasi jumlah pengunjung serta mengizinkan untuk membuat event yang dengan jumlah peserta di bawah 50 orang. Tahap kedua: mulai membuka fasilitas dimana tidak pernah terjadi kasus klaster sebelumnya dan bisa menghindari 3Cs. Pada step ini, event dengan jumlah dibawah 100 orang diizinkan. Tahap ketiga: mulai membuka fasilitas di mana pernah terjadi cluster Covid19 namun memiliki resiko 3Cs rendah, seperti tempat hiburan, cafe serta game center. Pada tahap ini, event dengan peserta dibawah 1.000 orang pun diizinkan. Fasilitas yang rawan terjadinya 3Cs seperti sport gym, live music house serta karaoke baru akan dibuka setelah step ketiga.

Untuk membantu WNI yang berada di Jepang menghadapi new normal di Jepang OBOI Jepang menyiapkan beberapa saran yang bisa dilakukan bersama:

Sumber:「東京新聞 (https://www.tokyo-np.co.jp/tokyo/t_news)」

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA