コロナ関連

Perkembangan Covid19 Di Jepang: Menghadapi Gelombang 3 Covid19 di Jepang

Tahun 2020 sudah hampir berakhir, akan tetapi, pandemi Covid19 masih belum terlihat akan berakhir. Virus Covid19 yang mengguncang seluruh dunia ini hingga sekarang masih belum ditemukan vaksinnya, dan gelombang baru dari wabah ini terus berlanjut. Banyak negara yang cukup baik dalam mengatasi pandemi ini, selain memiliki pemimpin yang tegas dan fokus dalam menekan penyebaran virus ini, masyarakatnya pun bekerja sama dan mengikuti protokol yang telah disediakan. Sayangnya tidak semua negara seperti itu, ada banyak negara yang tidak berhasil menekan angka penyebaran virus ini, dan Jepang merupakan salah satu dari negara tersebut.

Jepang merupakan salah satu negara yang terlebih dahulu terpapar virus Covid19. Hal ini disebabkan oleh banyaknya turis serta warga asing yang berkunjung ke Jepang baik untuk travelling, mengunjungi keluarga, kerja atau mengejar ilmu. Selain itu, jarak antara Jepang dan negara asal wabah ini juga cukup dekat hingga akses untuk penyebaran virus juga terbuka luas.

Sejak awal pandemi, pemerintah Jepang cenderung terkesan tenang dan tidak terlalu melakukan banyak pembatasan, di berita lokal pun, pada awal tahun hanya menayangkan pembahasan seputar penyebaran Covid19 di luar Jepang. Tak lama setelah pembatalan acara Olympic 2020, pemerintah Jepang akhirnya mulai mendeklarasikan status darurat serta melakukan pembatasan dan edukasi mengenai Covid19. Status darurat hanya berlangsung selama 1 bulan, dan tak lama setelah itu pemerintah Jepang mengumumkan kampanye kontroversial yakni “Go To Travel” dan “Go To Eat” dimana pemerintah Jepang memberikan subsidi yang bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk berwisata ke seluruh Jepang guna membantu perekonomian Jepang. Kampanye ini mengundang kritik, karena dianggap dapat menambah penyebaran virus, dan melanggar protokol Covid19 yang disarankan oleh para ilmuwan serta ahli kesehatan dunia. Hal lain yang dikeluhkan masyarakat adalah, betapa sulitnya untuk menemukan klinik yang mau menerima orang-orang yang memiliki symptom covid dan mendapatkan rujukan untuk ke dokter, banyak dari mereka yang sakit diminta untuk tidak ke klinik atau rumah sakit sampai gejala hilang dan hanya diminta untuk karantina mandiri di rumah. Hal inilah yang menyebabkan kecemasan serta keraguan masyarakat terhadap angka yang rendah yang dilaporkan. Penulis sendiri telah mengalami penolakan sebanyak 2 kali ketika sakit, dan orang-orang disekitarnya juga mengalami hal yang sama.

Gelombang ketiga di Jepang serta dampak yang terjadi

Kini Jepang telah sampai ke gelombang ketiga mengalami lonjakan kasus positif, pada tanggal 21 November kemarin Tokyo kembali memecahkan rekor dengan kasus per hari terbanyak yakni sebesar 539 kasus, dimana sehari sebelumnya terdapat 522 kasus. Ini merupakan rekor yang memprihatinkan karena selama 2 hari berturut-turut kasus positif terus melonjak tinggi dan mengalahkan rekor secara berturut-turut. Ada beberapa pihak yang merasa bahwa orang asing yang tidak mengerti budaya Jepang dan bahasa Jepang, kampanye Go To Travel dan Go To Eat serta grup anti masker dan test adalah faktor yang berkontribusi dalam lonjakan angka positif ini. 

Kampanye anti masker dan test ini tentunya bukan lah hal yang bijak, banyak warga yang cemas dengan kampanye yang semakin hari semakin besar ini, hingga sekarang belum ada tindakan dari pihak berwajib untuk menghentikan kelompok tersebut.

Dampak pandemi terhadap WNA di Jepang

Pada pertengahan bulan November 2020, terdapat berita yang menayangkan pernyataan yang mengimplikasikan bahwa warga asing tidak melakukan tindak pencegahan virus karena perbedaan budaya dan bahasa sempat menyebabkan kontroversi, hal ini telah memicu terjadi

nya diskriminasi terhadap orang asing di Jepang.

Artikel Japan Today yang mengkritisi berita Jepang tersebut sudah tidak dapat diakses, dan keluhan dari warga asing yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan terus bertambah.

Hingga kini belum ada konfirmasi apakah pernyataan tersebut sudah terbukti benar atau tidak, akan tetapi kami harap WNI yang berada di Jepang untuk terus waspada dan mengikuti peraturan guna menghindari kejadian yang tidak menyenangkan. Kami pun memiliki tips yang diharapkan dapat membantu WNI di Jepang agar aman dari virus ini

Pemerintah Jepang akan merevisi kampanye Go To Travel dan Go To Eat

Semenjak kampanye Go To Travel dan Eat diberlakukan, banyak warga di Jepang yang melakukan wisata ke berbagai daerah di Jepang, yang menyebabkan penyebaran virus Covid19. Menurut artikel dari Mainichi, keputusan untuk merivisi ini dibuat setelah Jepang memecahkan rekor kasus positif selama 4 hari berturut-turut dan telah mencapai 2500 kasus per hari dimana sekitar 60% dari kasus positif itu tidak dapat dilacak sumbernya. Menurut Toshio Nakagawa, kepala dari Japan Medical Association, tidak ada bukti konkrit kalau kampanye ini adalah penyebab naiknya kasus positif, akan tetapi tak dapat dipungkiri kalau kampanye tersebut memiliki kontribusi terhadap penyebaran. Selain itu, Haruo Ozaki, kepala dari Tokyo Medical Association, juga menyatakan kalau besar sekali kemungkinan bahwa penyebaran virus terjadi karena pergerakan warga yang berwisata, beliau juga meminta pemerintah Jepang untuk menghentikan kedua kampanye tersebut.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada kepastian apakah kampanye ini akan dihentikan maupun kapan kampanye ini akan dihentikan, hal ini disebabkan banyaknya toko serta bisnis yang mengalami kesulitan finansial, hingga bangkrut dikarenakan sedikitnya turis yang datang ke Jepang, alhasil, mereka hanya bisa bergantung kepada wisatawan lokal. 

Kami harap artikel ini dapat memberikan informasi kepada anda, dalam masa yang sulit ini ada baiknya kita saling membantu dan menghargai satu sama lain, stay safe!

 

Sumber:

https://mainichi.jp/english/articles/20201121/p2g/00m/0na/082000c 

https://mainichi.jp/english/articles/20201119/p2a/00m/0na/005000c

https://www.thejakartapost.com/news/2020/09/12/foreigners-in-japan-becoming-target-of-discrimination-due-to-virus.html 

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA