コロナ関連

Perkembangan Covid19 Di Jepang: Kasus Melonjak, Kampanye Go To Akan Ditunda

投稿日:

Menanggapi lonjakan kasus Covid19 di Jepang, perdana menteri Yoshihide Suga berencana untuk menunda kampanye GoTo Travel dan GoTo Eat yang diduga sebagai salah satu faktor penyebaran virus Covid19. Kampanye yang dirancang untuk membantu ekonomi Jepang ini sejak awal sudah mengundang banyak kritik; dikarenakan kegiatan travelling dapat menyebabkan semakin meluasnya penyebaran virus tersebut.

Pada saat artikel ini ditulis, kasus positif di Jepang sudah mencapai lebih dari 195 ribu kasus dan kasus harian pun semakin meninggi 

Sumber: https://www.worldometers.info/coronavirus/country/japan/

“Semua langkah perlu diambil untuk melindungi nyawa dan menghentikan penyebaran virus” ujar Perdana Menteri Yoshihide Suga pada tanggal 14 Desember 2020 lalu pada rapat satuan tugas pemerintah. Penundaan ini akan berlaku mulai tanggal 28 Desember 2020 hingga 11 January 2021. Pernyataan tersebut mengimplikasikan bahwa upaya untuk secara bersamaan menjaga ekonomi dan menahan virus telah menemui jalan buntu, dengan kasus yang memecahkan rekor muncul di seluruh Jepang hampir setiap hari sejak akhir Oktober.

“Akhir tahun dan awal tahun baru akan menjadi periode yang memungkinkan untuk memusatkan upaya untuk mengekang jumlah kasus baru yang telah melebihi 3.000 pada hari ini. Oleh karena itu, saya telah mengambil keputusan untuk menghentikan sementara Go To Travel secara nasional” lanjutnya kepada wartawan.

Pada akhir November, perjalanan ke dan dari Sapporo dan Osaka ditangguhkan hingga pertengahan Desember. Restoran, bar karaoke, dan tempat makan lain yang menyajikan alkohol didesak untuk tutup lebih awal hingga pertengahan Desember di beberapa bagian di Tokyo, Osaka, Hokkaido, Aichi, Chiba, dan Saitama.

Para pejabat mengatakan bahwa, jika tindakan pencegahan terbukti tidak efektif karena virus terus menyebar, langkah yang lebih kuat perlu diambil.

Bulan lalu, Yasutoshi Nishimura, menteri kabinet yang memimpin tanggapan virus pemerintah, mengatakan pernyataan keadaan darurat akan “dipertimbangkan” jika kasus tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dalam tiga minggu. Beliau juga menyatakan “Jika kasus baru terus meningkat, dampak ekonomi akan meningkat dan tindakan yang lebih ketat akan diperlukan.” 

Sekitar dua minggu telah berlalu sejak Nishimura membuat pernyataan, dan penyebaran virus tampaknya mulai mendapatkan momentum. Namun, para pejabat tinggi pada hari Jumat menunda keputusan untuk memperpanjang atau memperluas pembatasan sementara pada kampanye Go To Travel yang kini masih belum mencakup seluruh Jepang.

“Tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi minggu depan,” kata Omi, salah satu pejabat tinggi dalam konferensi pers Jumat. “Tidak mungkin untuk memutuskan sekarang apa yang perlu dilakukan saat itu, karena situasinya pasti akan berubah.” lanjutnya.

Pandemi ini telah menyebabkan kebersitegangan dari sisi ekonomi dan kesehatan, sangat sulit, memang dikarenakan kedua hal itu saling membutuhkan akan tetapi untuk karena pandemi, kedua hal itu tidak bisa disatukan. Bagaikan makan buah simalakama, tak ada langkah yang dapat memuaskan semua pihak. Untuk sekarang yang bisa kita lakukan hanyalah terus mematuhi prosedur pencegahan penyebaran virus, dan menjaga kesehatan kita. 

 

sumber: japantimes.co.jp

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA