就職・転職

Perkembangan Covid19 Di Jepang: Ekonomi Semakin Menurun, Pencarian Kerja Semakin sulit

Sejak ledakan ekonomi di tahun 1990-an Jepang terus mengalami lambatnya perkembangan ekonomi. Pada tahun 2012 pemerintah Jepang mencoba untuk memperbaiki ekonomi negara dengan wacana Abenomics, yang berpusat kepada tiga pilar ekonomi. Ketiga pilar tersebut adalah kebijakan moneter yang agresif, kebijakan fiskal yang fleksibel, dan strategi pertumbuhan. Terlepas dari upaya tersebut, Jepang masih menghadapi tantangan ekonomi.

Pandemi yang bermula pada tahun 2020 lalu hingga kini masih berlanjut, dan kasus positif pun semakin bertambah, tak terkecuali di Jepang. Pandemi global ini merupakan pukulan keras terhadap perekonomian Jepang, salah satu serangan terberat adalah pengunduran pertandingan Olimpiade yang seharusnya dilaksanakan di tahun 2020 lalu. Event Olimpiade ini merupakan peluang bagi Jepang untuk memberikan dorongan ekonomi serta memperbaiki perkembangan ekonomi Jepang. Akan tetapi, melihat perkembangan pandemi hingga kini, terdapat kemungkinan besar Olympic tahun ini akan kembali diundur. Banyak ahli ekonomi di Jepang yang mengkhawatirkan potensi besar terjadinya resesi di Jepang diakibatkan pandemi ini, hingga kini pemerintah Jepang masih terus berusaha untuk mempertahankan stabilitas perekonomian Jepang, akan tetapi upaya ini cukup sulit; pandemi ini telah menghancurkan industri pariwisata Jepang yang merupakan sumber utama perekonomian Jepang. Banyak toko-toko, penginapan serta restoran yang gulung tikar dan banyak orang yang kehilangan pekerjaan.

 

Sulitnya Mencari Pekerjaan Serta Menjaga Stabilitas Finansial Di Masa Pandemi

Pandemi ini menyebabkan banyaknya warga di Jepang yang sulit mendapatkan pekerjaan dan kehilangan pekerjaan, baik warga Jepang, maupun warga asing. Lazimnya, musim semi adalah musim untuk mencari kerja di Jepang, dikarenakan banyaknya murid yang baru saja lulus kuliah dan perlu mencari pekerjaan. Akan tetapi, melihat kondisi saat ini, pencarian kerja akan menjadi sangatlah sulit, baik untuk warga lokal dan terutama warga asing; dikarenakan persaingan yang sangat ketat dan kurangnya keperluan untuk pekerja asing. Minimnya turis asing di Jepang, membuat perusahaan cenderung menerima pekerja lokal yang sudah mengerti budaya kerja Jepang serta bahasa Jepang, banyak warga asing di Jepang yang tidak lancar berbahasa Jepang, yang menyebabkan faktor utama warga asing kalah saing dengan warga Jepang.

Bagi mereka yang masih memiliki pekerjaan pun, banyak yang mengalami ketidakstabilan finansial. Menurut beberapa warga asing yang telah penulis wawancarai, banyak dari mereka yang mengalami pemotongan gaji serta jam kerja, pemotongan gaji berkisar sekitar 20-40%, banyak pula yang kini dibayar perjam; dimana ada seringkali mereka hanya bekerja selama 1-2 jam atau bahkan tidak bekerja sama sekali. Banyak pekerja asing yang berlomba mencari pekerjaan paruh waktu dikarenakan pemasukan mereka tak lagi cukup untuk mensupport kehidupan mereka di Jepang. Akan tetapi, bahkan untuk mencari pekerjaan paruh waktu pun, sangatlah sulit; karena banyak orang Jepang yang juga perlu mencari pekerjaan paruh waktu untuk menyokong hidup mereka.

 

Apa Yang Bisa Kita Persiapkan Untuk Menghadapi Krisis Finansial?

  • Memaksimalkan Tabungan Cair Anda

Rekening tunai, seperti rekening giro, tabungan, dan pasar uang — serta sertifikat deposito (CD) dan investasi pemerintah jangka pendek — akan sangat membantu Anda dalam krisis. Anda sebaiknya beralih ke sumber daya ini terlebih dahu seperti saham, dana indeks, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), dan instrumen keuangan lain tempat Anda mungkin telah berinvestasi.

Dengan demikian Anda memiliki simpanan yang bisa Anda tarik langsung di kala darurat. Jangan berinvestasi dalam saham atau investasi berisiko tinggi lainnya sampai Anda memiliki uang tunai selama beberapa bulan di rekening cair.

  • Buat Budget, Serta Patuhi Budget Anda

Catat setiap pengeluaran dan pemasukan Anda untuk mengetahui perkiraan budget yang Anda butuhkan. Usahakan untuk menahan pengeluaran Anda di bawah atau pas dengan nominal budget Anda agar memiliki pegangan di masa darurat.

  • Kurangi Pengeluaran Bulanan

Apabila Anda berlangganan layanan yang sekiranya tidak terlalu krusial dalam kehidupan sehari-hari, Anda perlu mempertimbangkan untuk melanjutkan layanan tersebut atau menghentikan layanan. Selain itu, Anda juga bisa mencari opsi yang lebih murah untuk hal-hal krusial seperti SIM Card atau transportasi serta mengurangi pemakaian gas dan listrik.

Pada awal pandemi tahun lalu, pemerintah Jepang memberikan bantuan dana kepada semua warga Jepang, maupun itu lokal, maupun asing. Akan tetapi, belum ada kabar rencana pembagian bantuan dana di tahun ini, pastikan Anda rajin mengikuti berita, atau bisa juga mengikuti sosial media OBOI Jepang yang akan memberikan update berita penting di Jepang dalam bahasa Indonesia.

 

sumber: https://www.investopedia.com/articles/investing/123015/3-economic-challenges-japan-faces-2016.asp

 

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA