就職・転職

Perkembangan Covid19 Di Jepang: Apakah Orang Asing Dapat Vaksin?

Setahun telah berlalu semenjak virus Covid19 pertama kali merebak, semenjak itu para peneliti di seluruh dunia giat melakukan penelitian untuk menemukan penyebab, cara penanganan dan vaksin untuk melawan virus yang telah memakan banyak korban di seluruh dunia ini. Hingga kini, peneliti telah menemukan 3 jenis vaksin yang dinilai aman untuk dipakai, yakni Pfizer/BioNtech, Moderna and Oxford/AstraZeneca. 

Untuk orang awam, cepatnya vaksin ditemukan mungkin cukup mengejutkan, dikarenakan rata-rata pengembangan vaksin memakan waktu bertahun-tahun. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa perkembangan vaksin tidak dimulai saat pandemi mulai merebak, berkaca pada pandemi-pandemi yang sudah pernah terjadi di masa lalu, peneliti tidak pernah berhenti melakukan penelitian untuk mencari cara agar manusia bisa se-sigap mungkin menangani virus atau penyakit baru yang mungkin disebabkan oleh mutasi virus dan bakteri dari hewan, jamur, dll. Dunia penelitian juga terus melakukan spekulasi terhadap potensi munculnya penyakit mematikan baru berdasarkan data yang dikumpulkan oleh para peneliti dari berbagai bidang yang melakukan penelitian mereka di berbagai penjuru dunia.

Sejak tahun 1796 hingga kini, peneliti terus mengembangkan metode untuk menciptakan vaksin seaman dan secepat mungkin, dengan informasi ini kami harap bisa membantu meringankan kecemasan pembaca terhadap isu ini.

Rencana Vaksinasi Oleh Pemerintah Jepang

Sampai dengan waktu penulisan artikel ini, pemerintah Jepang berencana untuk memulai pendistribusian vaksin di bulan April 2021, ada kemungkinan bahwa proses diundur, tapi sejauh ini belum ada kabar mengenai hal itu. Jenis vaksin yang sudah disetujui adalah Pfizer sedangkan vaksin lain seperti Moderna, masih dalam tahap pengetesan. Rabu, 17 Februari lalu, sekitar 20.000 tenaga medis telah mendapatkan dosis vaksin pertama mereka, dan pemerintah akan terus memantau kondisi para tenaga medis sebelum memberikan dosis kedua.

Proses pendistribusian vaksin pada bulan April akan mengutamakan warga yang berada di kategori [High Risk] yakni mereka yang rentan tertular Covid19 serta mereka yang bekerja di lingkungan sekitar orang-orang yang rentan. Orang-orang yang masuk kategori tersebut adalah sebagai berikut:

  • Lansia berumur 65 tahun keatas
  • Penderita penyakit bawaan
  • Pekerja di panti Jompo atau fasilitas untuk lansia dan orang-orang berkebutuhan khusus

Ini juga berlaku bagi WNA di Jepang, yang memiliki izin tinggal yang terdaftar dan masih belum habis masanya, dan tidak menunggak pajak; berhak mendapatkan vaksin dan akan mendapatkan vaksin di waktu yang sama dengan warga Jepang.

Perlu dicatat, bahwa wanita hamil tidak boleh melakukan vaksinasi dikarenakan tidak cukupnya data yang ada untuk membuat keputusan aman atau tidaknya vaksin ini untuk wanita hamil beserta janin. Karena itu, apabila anda sedang dalam kondisi hamil, kami sarankan untuk lebih berhati-hati.

Vaksinasi ini bukanlah hal wajib, dan apabila Anda tidak ingin divaksinasi, Anda dapat menolak, akan tetapi pemerintah Jepang sangat meminta para warga untuk di vaksinasi demi kepentingan bersama. Pemerintah daerah akan mengirimkan surat ke tempat tinggal Anda terkait vaksinasi, dan sejauh ini biaya vaksinasi memiliki kemungkinan besar akan di gratiskan. Hingga kini belum ada contoh surat yang akan dikirimkan, akan tetapi bila nanti sudah ada, OBOI Jepang akan memberikan informasinya, jadi terus pantau social media kami ya!

 

Sumber:

https://www.bbc.com/news/health-55041371

https://www.mhlw.go.jp/stf/newpage_09393.html

https://www.japantimes.co.jp/news/2021/02/16/national/coronavirus-vaccines-elderly-delay/

 

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA