就職・転職

Perkembangan Covid19 Di Jepang: Acara Olimpik Di Tengah Pandemi

投稿日:

Tak terasa sekarang kita sudah hampir memasuki bulan ke 9 di tahun 2021, hampir 2 tahun lamanya seluruh dunia berjuang menghadapi pandemi COVID-19, meskipun dunia medis sedang fokus mencari vaksin yang bisa melawan virus COVID-19 akan tetapi masih sukar sekali menahan penyebaran, tak terkecuali di Jepang. Minggu lalu acara Olimpiade yang dilaksanakan di Tokyo telah berakhir, dan dengan berakhirnya acara tersebut, rangkaian kasus positif baru untuk varian COVID-19 yang lama serta baru mulai bermunculan pada saat artikel ini ditulis, tercatat ada sebanyak 1,226,063 kasus positif di Jepang dan di antara kasus tersebut 90% kasus positif terkini adalah pasien yang tertular varian baru dari COVID-19

 

Beberapa hari sebelum Olimpik diadakan, pemerintah Jepang serta komite memutuskan untuk tidak menerima penonton, dan mengembalikan semua tiket yang telah dibeli, hal ini tentunya menyebabkan kekecewaan diantara para fans olimpik yang telah menunggu-nunggu acara ini. Akan tetapi keputusan ini dinilai sebagai keputusan terbaik demi mencegah penyebaran virus karena mayoritas orang di Jepang masih belum tervaksinasi.

 

Meskipun Olimpik telah selesai, tidak berarti event olahraga terbesar di dunia ini sudah berakhir karena pada tanggal 24 Agustus yang akan datang acara Paralympic akan dimulai, hingga artikel ini ditulis belum ada kepastian apakah acara akan tetap diadakan tanpa penonton atau tidak, akan tetapi melihat melonjaknya kasus positif serta penuhnya rumah sakit di Tokyo, banyak orang berspekulasi kalau acara berikutnya pun akan tetap diadakan tanpa penonton.

 

Rumah Sakit Mulai Kewalahan

Dalam sebulan ini rumah sakit di kota-kota besar sudah semakin kewalahan dan banyak rumah sakit yang penuh dan tidak bisa menerima pasien, baru saja pagi ini ada berita duka dimana ada seorang ibu yang melahirkan secara prematur dan sang bayi tidak mendapatkan ruangan di rumah sakit karena semua tempat penuh dan tidak bisa diselamatkan. Jepang kini sudah memasuki gelombang ke-5 dan karena itu pemerintah Jepang kembali menyatakan status darurat di kota-kota besar serta menghimbau warga di Jepang untuk mengurangi bepergian serta melakukan vaksinasi.

 

Varian baru dari virus ini memiliki tingkat penularan lebih tinggi dibandingkan virus COVID-19 original, banyak kasus dimana varian baru menyerang mereka yang telah divaksin, karena itulah pakar ahli kesehatan terus menghimbau warga untuk tetap mengikuti prokes seperti memakai masker, sering mencuci tangan dan menghindari berkumpul dengan orang lain meskipun telah divaksin, karena belum ada vaksin untuk varian baru ini dan dunia medis masih belum menemukan penangkal untuk varian baru.

 

Tokyo mengurangi pelacakan kontak COVID-19 saat kasus meningkat

Pemerintah Metropolitan Tokyo telah memutuskan untuk mengurangi program pelacakan kontak untuk mengidentifikasi orang-orang yang mungkin memiliki kontak dekat dengan mereka yang terinfeksi virus.

Pemerintah metropolitan Selasa lalu memberitahu pusat perawatan kesehatan masyarakat di ibu kota tentang keputusan tersebut.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi beban kerja pusat perawatan kesehatan di tengah lonjakan kasus baru COVID-19, menyerukan agar mereka fokus membantu pasien menerima perawatan medis yang tepat dengan cepat dengan menilai kondisi mereka dan risiko gejala menjadi serius, kata pejabat pemerintah metropolitan.

Pengumuman tersebut menyatakan bahwa program pelacakan kontak, atau investigasi epidemiologi aktif, harus dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien, menargetkan institusi dan fasilitas medis untuk orang tua, yang memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan gejala COVID-19 yang parah, kata para pejabat. .

Di Tokyo, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah, termasuk mereka yang menunggu untuk dirawat di rumah sakit atau dirawat di fasilitas lain, mencapai di atas 35.000 pada hari Minggu, menempatkan pusat perawatan kesehatan di bawah tekanan.

Di tengah melonjaknya kasus COVID-19, pemerintah Tokyo telah memutuskan untuk “menetapkan prioritas pada tugas yang ditangani oleh pusat perawatan kesehatan,” kata seorang pejabat pemerintah.

Kami sangat berharap pandemi ini bisa teratasi secepat mungkin untuk para pembaca kami mendoakan keamanan serta kesehatan Anda semua, jangan lupa untuk mengecek nomor Covid Centre terdekat di daerah Anda untuk masa darurat.

 

Sumber: 

Nikkei Asia『Tokyo Olympics close as Japan weighs legacy of pandemic Games』

Japan Times『Covid19 News Update』 

 

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA