就職・転職

Perkembangan COVID-19 Di Jepang: Menuju Gelombang Ke 4, Status Darurat Diperpanjang

投稿日:

Pandemi yang disebabkan oleh virus Covid19 masih belum tampak masa akhirnya, di saat banyak negara sudah hampir selesai memvaksinasi rakyatnya; pemerintah Jepang baru saja memulai, memvaksinasi sekitar 1% dari rakyatnya. Sejak awal pandemi bisa dibilang banyak warga yang mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap kurang tegas dan telaten dalam menghadapi pandemi, dimulai dari tidak dilakukannya rapid testing, hingga kontroversi bantuan 2 helai masker pada krisis stock masker dari pemerintah; yang dianggap tidak terlalu membantu karena lambatnya pembagian, hingga saat warga menerima stok masker sudah kembali seperti semula.

 

Meskipun Dihadapi Banyak Penolakan, Olimpik Tetap Berjalan

 

Ada berbagai kontroversi dan kritik dari warga; diantara semua yang paling besar adalah seputar olimpiade 2021. Hingga artikel ini ditulis, olimpik akan tetap diselenggarakan pada tanggal 28 Juli 2021 nanti meskipun sudah mendapatkan banyak penolakan dari warga, serta hasil polling yang menunjukan mayoritas warga ingin Olimpik dibatalkan, belum ada tanda-tanda pembatalan.

Sumber foto: Rodrigo Reyes Marin/ZUMA Wire/REX/Shutterstock

 

Banyak warga yang mengkhawatirkan apabila Olimpik dilaksanakan, maka pandemi akan semakin sulit ditangani; diantara polling tersebut ada pula sebagian warga yang setuju apabila olimpik diteruskan tanpa penonton guna mengurangi potensi penyebaran virus. Sejauh ini, kebijakan pemerintah terkait upaya untuk mengurangi penyebaran virus adalah dengan mengadakan olimpik tanpa penonton dari luar Jepang serta menyediakan dan memastikan semua atlet yang datang telah divaksinasi.

 

Keputusan tersebut mengundang banyak protes, karena banyak murid-murid asing serta WNA yang memiliki keluarga, serta pekerjaan di Jepang yang tidak bisa masuk ke Jepang, banyak diantara mereka serta keluarga dan rekan mereka yang merasakan hal ini tidak adil, karena para WNA ini membayar pajak dan memiliki kewajiban di Jepang sedangkan para atlit hanya akan berada di Jepang untuk sementara waktu.

 

Proses Vaksinasi Yang Dihadapi Banyak Rintangan

Proses vaksinasi untuk warga yang rentan tertular virus telah dimulai sejak bulan lalu, akan tetapi terjadi banyak rintangan, mulai dari paranoia warga yang takut akan efek samping vaksin, hingga mis informasi internal di antara para petugas vaksinasi. Salah satu contohnya adalah kejadian pada tanggal 11 Mei lalu, di mana 960 vaksin terpaksa dibuang dikarenakan para petugas yang menerima vaksin tidak mengetahui kalau vaksin tidak boleh dibiarkan dalam suhu ruangan terlalu lama. Selain itu, baru juga diketahui bahwa pada tanggal 28 April lalu saat vaksinasi, terjadi sebuah kesalahan dimana petugas memberikan suntikan berisi saline solutions, bukan vaksin. Hingga kini belum ada yang bisa memastikan berapa orang yang telah disuntik secara keliru.

 

Status Darurat Diperpanjang Hingga Akhir Bulan Mei

Status darurat yang awalnya direncanakan hingga tanggal 11, kini diperpanjang hingga akhir bulan Mei demi mengurangi penyebaran. Pemerintah Jepang juga meminta kota-kota besar seperti Tokyo, Okinawa dan Kyoto untuk memperketat masa darurat, dengan menutup mall, tempat-tempat wisata serta rekreasi. Pemerintah lokal pun meminta agar warga tidak bepergian keluar kota serta melakukan pekerjaan di rumah. Ada kemungkinan status ini akan kembali diperpanjang dan diperketat apabila kasus tidak semakin menurun, banyak yang mengkhawatirkan dengan diadakannya status darurat dan diwajibkannya budaya work from home, kasus KDRT akan meningkat lagi dan apabila terjadi kepada Anda atau orang yang dikenal, segeralah hubungi pihak berwajib.

Tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir, kami harap Anda semua diberkahi kesehatan dan keamanan. Stay safe!

 

 

Sumber: 

NHK 『奈良 生駒市立病院 ワクチン接種で誤って生理食塩水を注射』

Japan Today 『Tokto 2020 Olimpics』

 

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA