就職・転職

Kerja di Jepang: Tradisi Bounenkai di Akhir Tahun

Menjelang akhir tahun, kedai-kedai maupun restoran akan dipenuhi dengan pekerja yang merayakan pesta akhir tahun. Mereka berpesta dengan makan dan minum bersama rekan kerja. Dalam masyarakat Jepang, tradisi  ini disebut bounenkai (忘年会). Dilihat dari karakter kanji, bounenkai memiliki makna literal “pesta untuk melupakan tahun”, dan diadakan dengan tujuan untuk melupakan masalah dan semua kenangan buruk yang terjadi pada tahun tersebut.

 

                                                                                                               

 

 

 

 

 

 

 Sumber: photoAC

 

Sejarah Bounenkai

Konon katanya, bounenkai (pesta akhir tahun) berasal dari kata toshi wasure (tahun lupa), yang berasal dari era Kamakura dan era Muromachi.Namun, tidak seperti sekarang yang dirayakan dengan hingar bingar, pada zaman tersebut, tradisi ini Sejumlah orang, seperti keluarga kerajaan dan bangsawan. Mereka berkumpul untuk membaca haiku (puisi Jepang). Pada zaman Edo, kebiasaan ini berubah, dimana masyarakat biasa mulai merujuknya dengan saling

 

Apa Saja Yang dilakukan Saat Bounenkai?

                                                                                     

 

 

 

 

 

Sumber: news.yahoo.co.jp

Pada dasarnya bounenkai identik sebagai acara minum-minum dan hura-hura di mana saling menuang minuman di antara rekan kerja. Selain itu, di acara ini juga kesempatan untuk berbaur dan mempererat hubungan dengan rekan kerja dari departemen yang berbeda. Melalui pesta ini, karyawan dapat berbincang santai seputar kehidupan di luar pekerjaan dan mulai mengeluarkan pemikiran-pemikiran yang tidak dapat dikeluarkan selama bekerja. Untuk perusahaan besar, biasanya diselipkan game bingo untuk memeriahkan acara. Ada pula karyawan yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan keahliannya, seperti bernyanyi. 

 

Biaya yang Harus Dikeluarkan

Sumber: depositphotos

Walaupun bounenkai adalah pesta yang diadakan oleh perusahaan, karyawan harus tetap membayar makanan dan minuman untuk pesta tersebut. Biasanya biaya yang dikeluarkan sekitar 4.000-5.000 yen dan dipukul rata. Bagi Anda yang tidak minum tentu saja sangat dirugikan, maka dari itu sebaiknya sampaikan kepada rekan yang mengadakan acara bahwa Anda tidak minum agar diberi keringanan. Dari pengalaman penulis, penulis hanya membayar setengah dari biaya.

Selesai Acara Bounenkai, Biasanya Karyawan-Karyawan Yang Masih Kuat Minum Melanjutkan Ke Pesta Selanjutnya Yang Disebut Nijikai (setelah pesta), Dan Tentu Saja Harus Mengeluarkan Uang Lebih Lagi. Akan tetapi Dari Pengalaman Penulis, Bounenkai Merupakan Ajang Untuk Berkomunikasi Dan Melihat Rekan Kerja Jepang Dari Sisi Karena penulis menemukan bahwa rekan kerja orang Jepang yang sangat pemalu, ternyata bicaranya sangat berbeda bila tidak tepat dengan pekerjaan. Akhir kata kami mengucapkan  “yoi otoshi wo” (selamat meny

 

Sumber:  https://favy-jp.com/topics/1384

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA