就職・転職

Kerja di Jepang: Pengalaman Bekerja di Industri Perhotelan Jepang

Bagi Anda yang tertarik dunia omotenashi Jepang, industri perhotelan merupakan salah satu industri yang layak untuk dicoba. Sejak diberlakukannya kebijakan Tokutei Ginou, bekerja di Industri ini menjadi lebih mudah, Anda hanya perlu memiliki JLPT N4, lulus tes Tokutei Ginou bidang perhotelan dan diterima kerja. Namun dikarenakan imbas pandemi, saat ini sangatlah susah mendapatkan pekerjaan di bidang ini. Penulis berharap pandemi ini segera berakhir dan lowongan pekerjaan di industri perhotelan semakin terbuka. 

Dalam artikel ini, penulis akan berbagi pengalaman penulis selama bekerja di industri perhotelah di Jepang. Hotel di Jepang memiliki beberapa jenis dengan karakteristik fasilitasnya yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis Hotel di Jepang yang akan penulis kenalkan:

 

  • City Hotel (シティホテル)

Sesuai namanya, umumnya hotel jenis ini  berada di pusat kota. Jenis hotel ini berfungsi memenuhi kebutuhan bisnis dan acara-acara seremonial di daerah perkotaan. Selain memiliki fasilitas kamar, hotel ini juga memiliki fasilitas pendukung seperti restoran, ruang meeting, ruang aula untuk menyelenggarakan acara-acara maupun resepsi pernikahan.

 

  • Resort Hotel (リゾートホテル)

Kebalikan dari City Hotel, hotel ini dibangun di kawasan jauh dari perkotaan dan cenderung digunakan untuk kebutuhan rekreasi daripada bisnis. Selain itu, pembangunan hotel resort merupakan proyek besar yang menarik pelanggan dari kota untuk datang ke daerah pedesaan karena dibangun di lokasi dengan pemandangan alam yang indah. Sebagian besar hotel resort memiliki restoran yang menyajikan hidangan yang diproduksi dan dikonsumsi secara lokal untuk memberikan pengalaman yang berbeda ke pelanggan.

 

  • Urban Resort Hotel (アーバンリゾートホテル)

Urban Resort Hotel adalah hotel bernuansa resort yang dibangun di tengah kota.

 

  • Business Hotel (ビジネスホテル)

Apakah kalian pernah melihat hotel yang bertulis “inn” di dekat stasiun Jepang? Itu adalah salah satu hotel bisnis yang ada di Jepang. Hotel ini terletak di pusat kota dan diperuntukkan untuk para pelancong. Dikarenakan hanya digunakan sebagai tempat bersinggah, fasilitas yang ditawarkan sangat minim, yaitu hanya kamar single dan sarapan ringan. Namun belakangan, hotel jenis ini mulai menawarkan fasilitas dengan ruang kamar yang lebih besar dan restoran megah.

 

  • Capsule Hotel (カプセルホテル)

Hotel ini menawarkan fasilitas penginapan dengan harga terjangkau untuk Anda yang hanya ingin sekedar bermalam saja. Biaya kamarnya sekitar 2.000 – 4.000 yen.

 

  • Ryokan (旅館)

Ryokan adalah penginapan tradisional Jepang dimana kamarnya menggunakan tikar tatami di lantai dan kasur futon untuk tidur. Di sini Anda dapat merasakan berendam air panas di onsen dan mencicipi makanan tradisional Jepang. Di beberapa ryokan, makan malam akan dibawa ke kamar tamu oleh staf perempuan yang memakai kimono yang disebut Nakai.

Selama tinggal di Jepang, penulis memiliki pengalaman bekerja di industri hotel selama 4 tahun, 3 tahun di City Hotel dan 1 tahun di Resort Hotel. Dari pengalaman penulis, bekerja di hotel berarti Anda harus siap untuk diberi tanggung jawab di berbagai divisi. Sebagai contoh, walaupun Anda berada dalam divisi front office, tidak menutup kemungkinan Anda akan di-rolling ke divisi restoran atau tiba-tiba diminta membantu divisi banquet untuk menjamu sebuah acara. 

Pada poin ini, penulis ingin menjelaskan secara singkat divisi-divisi yang ada di perhotelan berdasarkan pengalaman penulis bekerja di perhotelan;

  • Front Office

Divisi Front Office masuk ke dalam departemen akomodasi, yang disebut 宿泊部(shukuhaku-bu). Divisi ini yang akan berhadapan pertama kali dengan tamu, dan melakukan check in/out hotel. Umumnya shift kerja untuk divisi ini terbagi menjadi 3, shift pagi (早番/hayaban), shift siang (遅番/osoban), shift malam (夜番・夜勤/yoban/yakin). Selain berhadapan dengan tamu, Anda juga akan diberi tanggung jawab sebagai kasir, biasanya divisi ini selalu mengecek uang masuk ke kasir di pagi, siang dan malam. Selain melayani tamu Anda juga harus cakap saat menerima dan mengembalikan uang ke tamu.

  • Restoran

Divisi restoran masuk ke dalam departemen food and beverage, yang disebut 飲料部(inryou-bu). Divisi ini yang menyediakan dan melayani sarapan tamu yang menginap. Jam sibuk restoran adalah jam makan siang dan makan malam. Saking sibuknya terkadang staff restoran meminta staff bantuan dari divisi front office atau banquet untuk membantu melayani tamu, yang disebut ヘルパー(herupaa). Kata ヘルパー(herupaa) sendiri merupakan kata serapan dari bahasa inggris “helper”.

Staff restoran dibagi menjadi beberapa bagian, ada hall staff (ホールスタッフ, dish up staff  (デシャップ), kitchen staff (キッチンスタッフ ).

Hall staff adalah staff yang menerima, mencatat orderan, membawa makanan, serta melayani pembayaran. Sedangkan dish up staff  (デシャップ) bertugas mengatur agar makanan tiba di meja tamu berdasarkan urutan kedatangan tamu. 

  • Banquet

Divisi banquet juga masuk ke dalam departemen food and beverage. Dalam bahasa Jepang, divisi ini disebut バンケット(banketto) atau 宴会(enkai). Divisi ini bertugas untuk mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan acara jamuan, acara meeting, dan acara-acara yang berlangsung di hotel. Menurut penulis pribadi, divisi ini merupakan divisi yang cukup berat, dikarenakan selain Anda harus melayani dan mengawasi jalannya jamuan, Anda juga harus mempersiapkan keperluan-keperluan yang dibutuhkan dalam acara, seperti mengatur meja, kursi, kain meja dan lain-lain.

Bekerja di industri ini tentunya ada plus minusnya, berikut adalah poin-poin yang bisa penulis bagikan:

Poin  Plus Kerja di Perhotelan

1. Melatih Percakapan Bahasa Jepang

Bekerja di hotel menuntut Anda bertemu dengan tamu setiap hari, hal ini dapat membantu Anda jadi lebih lebih pede dalam berbicara dan mengaplikasikan langsung bahasa Jepang. 

2. Melatih Bahasa Sopan (Keigo) Bahasa Jepang

Ini adalah poin plus bagi Anda yang ingin mempraktekan langsung bahasa keigo. Awalnya mungkin cukup sulit, namun dikarenakan dipakai setiap hari Anda akan terbiasa.

3. Dapat Membuat Koneksi dengan Tamu

Apabila Anda bekerja di City Hotel yang berada di daerah, besar kemungkinan Anda akan di mudah dikenali tamu, hal tersebut selain membuat hubungan yang baik dengan tamu juga akan menambah koneksi Anda.

4. Bisa menentukan hari libur sesuka hati

Di beberapa hotel, Anda bisa menentukan kapan ingin libur sesuka hati. Tentunya hari libur dijatahi 7-9 hari tergantung kalender tempat kerja. Ini bisa jadi kesempatan buat Anda yang ingin pergi berwisata untuk mengatur jadwal. Dalam beberapa kasus, Anda bisa ambil 4 hari libur berentetatan pula.

5. Mendapatkan makanai (まかない)

Ini adalah keuntungan terbesar bekerja di perhotelan menurut penulis. Makanai (まかない)adalah hidangan yang disiapkan untuk makanan karyawan. Biasanya koki-koki muda yang sedang berlatih memasak akan membuatkan Anda makanan yang disajikan di hotel. Selain tidak keluar uang untuk makan, Anda juga dapat mencicipi makanan hotel tersebut yang biasanya cukup mahal.

Poin Minus Kerja di Perhotelan

1. Sulitnya untuk mengembangkan kosakata baru bahasa Jepang

Untuk beberapa bulan mungkin Anda akan belajar banyak kata baru dan menguasai keigo untuk perhotelan, namun dikarenakan kosakata yang digunakan selalu sama tiap harinya, dan bahkan sudah ada template-nya masing-masing, cukup sulit bagi Anda untuk memperoleh kosakata baru di luar dunia perhotelan.

2. Siap mental bertemu dengan tamu yang aneh

Dalam dunia perhotelan Jepang sangat menjunjung tinggi budaya keramahtamahan serta moto お客様は神様です(O-kyaku sama wa kami sama), pelanggan adalah Tuhan,  jadi siapapun dan bagaimanapun tamu yang Anda hadapi, Anda harus siap pasang senyuman terbaik Anda. Mungkin terdengar membesar-besarkan, namun, dalam pengalaman penulis, staff hotel sangat berhati-hati dengan complaint. Sekali Anda kena complaint dari tamu, siap-siap Anda akan disidang sampai ke manager teratas. 

3. Siap-siap untuk dipanggil dadakan

Hotel yang memiliki sedikit pegawai akan memanfaatkan pegawainya dengan sebaik-baiknya, jadi jangan kaget kalau hari ini Anda kebagian tugas sampai malam, besoknya diminta datang pagi-pagi buta. Tentunya tidak semua hotel seperti ini, ada juga hotel yang sudah menentukan shift kerjanya dengan matang. 

Semua artikel ini berbasis dari pengalaman penulis, tentu saja tidak semua staff hotel memiliki pengalaman serupa dengan penulis. Namun penulis berharap, melalui artikel ini dapat memberikan wawasan kepada Anda yang tertarik bekerja di bidang ini.

 

Sumber: https://minute.jp/articles/411

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA