就職・転職

Kerja di Jepang: Menjadi Guru Bahasa Inggris Sebagai Non Native Speaker

Bekerja sebagai guru Bahasa Inggris merupakan pilihan utama bagi banyak orang asing yang ingin bekerja di Jepang, akan tetapi karir ini bukanlah pilihan lazim bagi orang Indonesia. Meskipun Indonesia adalah negara trilingual nomor 1 di dunia, dengan Bahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris sebagai bahasa terbanyak yang dipakai menurut analisa data di website SwiftKey berikut:

Sumber: https://www.wowshack.com/indonesia-ranks-as-the-top-trilingual-country-in-the-world/


Akan tetapi, banyak orang di seluruh dunia yang tidak mengetahui hal ini, termasuk Jepang. Skill Bahasa Inggris orang Indonesia memang tidak terlalu nampak di mata dunia, tidak seperti negara tetangga kita, Singapura dan Filipina yang cukup dikenal sebagai negara
bilingual yang sering menggunakan bahasa Inggris di keseharian mereka, karena itulah, jauh lebih sulit bagi warga Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan sebagai guru bahasa Inggris di luar negeri, tapi itu bukan lah hal yang mustahil.

 

 

 

 

Penulis adalah seorang mantan guru bahasa Inggris di Jepang yang tidak memiliki pengalaman pendidikan berbahasa Inggris selama 12 tahun maupun tinggal di negara berbahasa Inggris; pada awalnya ini adalah salah satu kendala besar saat mencari pekerjaan sebagai guru bahasa Inggris. Hal ini disebabkan oleh salah satu persyaratan untuk mendapatkan visa Instructor yang biasanya wajib dimiliki oleh guru bahasa asing yang bekerja di sekolah negeri, yakni [ketika pemohon bermaksud untuk mengajar bahasa asing, dia harus telah dididik dalam bahasa tersebut setidaknya selama 12 tahun]. Bagi non native, persyaratan ini cukup sulit, meskipun Anda memiliki skill bahasa yang tinggi serta berpengalaman dalam mengajar bahasa tersebut, Anda tetap tidak eligible untuk tipe visa ini apabila tidak memenuhi persyaratan tersebut. Lantas, bagaimana cara penulis dapat bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Jepang? Penulis telah menyediakan berbagai tips yang telah terbukti dapat membantu.

 

Apply Untuk Visa Engineer/Specialist In Humanities/International Services, Bukan Instructor

Visa ini adalah visa kerja yang jauh lebih fleksibel dibandingkan visa Instructor, apabila mendapatkan visa ini, Anda dapat bekerja di bidang lain yang masih termasuk di dalam tipe aktivitas tersebut, sedangkan visa Instructor hanya mengizinkan Anda bekerja sebagai pengajar. Hal lain yang membedakan visa ini dengan visa Instructor adalah, Anda tidak dapat mengajar di sekolah negeri; hanya Eikaiwa (tempat les bahasa Inggris)

 

Mengambil sertifikasi TEFL

Sertifikat TEFL (Teaching English as a Foreign Language) adalah sertifikat mengajar bahasa Inggris yang dapat kita ambil secara online. Umumnya, sertifikat ini hanya diambil oleh orang-orang yang berasa dari negara barat berbahasa Inggris,  maka dari itu tidak ada persyaratan TOEFL maupun IELTS. Kemampuan bahasa Inggris penulis secara pribadi berada di tingkat Native, dan bagi Anda yang ingin mengambil sertifikasi ini, penulis menyarankan anda untuk mengambil tes mock exam yang dapat Anda coba di berbagai institusi yang menyediakan sertifikasi TEFL ini. 

Perlu diingat bahwa, sertifikasi ini adalah untuk mengajar bahasa Inggris, maka dari itu bahan pelajaran yang anda dapatkan tidak hanya mengetes skill bahasa Inggris Anda, tapi juga pengertian literasi Anda serta kemampuan Anda dalam mengajar. 

 

Pengalaman Penulis Mengambil Sertifikasi TEFL

Penulis mendapatkan info tentang institusi yang menyediakan sertifikasi TEFL dari teman penulis yang berasal dari Belgia, sebagai sesama warga negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional, kami perlu mengambil sertifikasi ini. Sertifikasi ini dirancang untuk native speaker dan negara-negara barat yang memiliki populasi English speaker yang tinggi. Untungnya sertifikasi ini tidak terbatas untuk negara Barat saja dan dapat diambil secara offline maupun online di belahan dunia manapun.

Penulis mengambil sertifikasi ini saat masih berada di indonesia, 4 bulan sebelum penulis pindah ke Jepang, proses sertifikasi dibatasi dalam waktu 3 bulan, dimana penulis mengikuti kelas online dengan jam fleksibel(self study), mengikuti tes untuk bisa naik ke 3 jenjang berikutnya dengan skor minimal 75% dan pada tes akhir penulis perlu mengikuti 2 tes akhir, di tes pertama, penulis wajib menyelesaikan tes selama 1 Jam dengan skor minimal 85%; setelah itu, penulis juga perlu merancang sebuah lesson plan dengan situasi unik yang disediakan oleh examiner. 

Penilaian lesson plan memakan waktu 1-2 minggu, dan pemberitahuan lulus akan diberitakan melalui e-mail setelah itu penulis dikirimkan sertifikat digital serta hard copy, untuk sertifikat hard copy memakan waktu 1-2 minggu untuk sampai ke Indonesia. Tes ini cukup sulit, dan tidak sedikit native speaker yang gagal dalam sertifikasi ini, karena itu penulis sarankan untuk belajar yang giat dan teliti.

 

Cari Pekerjaan Setelah Berada Di Jepang

Berbeda dengan native speakers,cukup mustahil bagi WNI untuk diterima sebagai guru bahasa Inggris di Jepang, hal ini kembali lagi dengan image Indonesia yang tidak dikenal sebagai negara berbahasa Inggris, selain itu, tidak seperti Filipina, di Jepang tidak ada agen penyalur guru bahasa Inggris khusus untuk orang Indonesia hingga hampir mustahil untuk diterima sebagai guru bahasa Inggris apabila Anda melamar dari luar Jepang.

Penulis berangkat ke Jepang sebagai murid sekolah bahasa Jepang, dengan tujuan untuk belajar bahasa Jepang agar dapat membantu dalam mengajar. Selama sekolah penulis terus melamar ke berbagai perusahaan eikaiwa, sangatlah sulit bagi penulis untuk sekedar mendapatkan kesempatan interview, walaupun dengan referensi dari guru yang sudah bekerja di sekolah tersebut, maupun manajer asing yang bekerja di perusahaan tersebut. Apabila dari pihak perusahaan Jepang menilai Anda kurang meyakinkan atau menjual sebagai guru bahasa Inggris, maka Anda tidak akan diberikan kesempatan. Menurut teman penulis yang merupakan manajer asing di sebuah agen penyalur guru bahasa Inggris, hal ini dikarenakan saingan yang merupakan native speaker dan kewarganegaraan serta penampilan penulis yang dinilai tidak menjual sebagai guru bahasa Inggris, meskipun seorang native speaker tidak memiliki pengalaman mengajar maupun sertifikat mengajar, menurut pandangan sales, native speaker akan tetap lebih meyakinkan sebagai guru bahasa Inggris dan lebih mengundang minat murid dan orang tua.

 

Tips Bersaing Dengan Native Speakers

Satu hal yang perlu diingat adalah, “walaupun seseorang adalah Native speaker, tidak berarti orang itu bisa mengajarkan bahasanya”. Meskipun bahasa ibu penulis adalah bahasa Indonesia, penulis tidak mampu mengajarkan bahasa Indonesia karena penulis tumbuh dengan bahasa Indonesia, dan tidak belajar layaknya second language. Banyak native speakers bahasa Inggris yang memiliki grammar buruk, tidak bisa membedakan you’re dan your, menggunakan should of; bukan should’ve, tidak bisa spelling atau membaca beberapa kata-kata tertentu, tidak sedikit yang tidak mengerti aturan dari bahasa mereka sendiri, karena mereka tidak belajar bahasa ibu mereka layaknya non native speakers belajar bahasa mereka, mereka tidak memahami peraturan bahasa, mereka hanya terbiasa. 

Banyak teman native speaker Inggris penulis yang tidak bisa menjelaskan struktur bahasa Inggris dan hanya bisa menjawab dengan “terdengar lebih natural seperti ini”, dan ini bukanlah sebuah ajaran yang dapat membantu murid non native speaker yang sedang belajar bahasa Inggris, hal ini yang selalu penulis jadikan poin penting saat ingin meyakinkan pewawancara.

Guru non native juga bisa lebih berempati kepada murid, dan dapat memberikan tips yang tidak akan terpikirkan oleh guru native yang tumbuh dengan bahasa itu. Hal ini penting juga untuk Anda ingat, berikan contoh, tips-tips serta ceritakan pengalaman Anda saat masih berada di posisi murid.

Menurut pengalaman penulis, pihak sekolah juga mungkin akan cemas dengan aksen Anda. Penulis memiliki aksen Amerika, akan tetapi Anda tidak perlu memiliki aksen sempurna seperti native speaker, yang penting Anda harus jelas dalam Enunciation, walaupun Pronunciation Anda tidak sempurna, apabila Enunciation Anda jelas, itu sudah cukup, penulis menyarankan Anda untuk mendatangi langsung atau menelepon langsung pihak sekolah agar mereka dapat mendengar Anda saat berbicara dalam bahasa Inggris.

 

Tips terakhir dari penulis adalah:  jangan cepat menyerah dan perbanyak koneksi. Proses mendapatkan kerja sebagai guru bahasa Inggris di Jepang sebagai WNI sangat sulit, dan membuat frustasi, dimana Anda dipandang dengan sebelah mata meskipun memiliki sertifikat, skill, pengalaman dan overqualified; hanya karena asal negara Anda. Mari kita memakai hal ini sebagai bara semangat untuk membuktikan bahwa kewarganegaraan tidak dapat mematok kemampuan seseorang dalam berkarir di luar negeri.

 

Catatan: Anda dapat mengikuti channel YouTube penulis untuk mengetahui lebih lanjut seputar topik ini Jacqy Chan

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA