就職・転職

Kerja di Jepang: Mengenal Konsep Uchi Soto Dalam Perusahaan

投稿日:

Konsep Uchi Soto adalah salah satu aspek paling unik dari budaya Jepang. Konsep ini adalah kunci untuk memahami masyarakat Jepang dan menjelaskan mengapa orang Jepang berperilaku seperti itu dan bagaimana mereka memandang orang asing di Jepang.

 

Konsep uchi dan soto adalah ide mendasar dari budaya sosial Jepang, yang mendefinisikan perbedaan antara kita (uchi,内, “di dalam”) dan mereka (soto-外 “di luar”). Konsep uchi dan soto dapat terlihat dalam bahasa Jepang, yaitu penggunaan keigo (bahasa sopan).

 

Pemakaian Keigo Dalam Konteks Uchi Soto

Dalam Bahasa Jepang, uchi memiliki arti “dalam” dan “rumah”, yang berarti keluarga, teman dekat Anda dianggap sebagai uchi (orang internal). Selain itu perusahaan juga dipandang sebagai rumah, karenanya rekan kerja dan atasan di tempat kerja termasuk dalam kelompok uchi. Namun, klien selalu dianggap sebagai soto (orang luar), karena tidak berada dalam rumah (perusahaan) yang sama.

Ketika berbicara dengan seseorang dari kelompok luar, penting untuk menghormati kelompok luar, dan merendahkan kelompok sendiri. Hal ini tercermin dalam penggunaan tata bahasa Jepang yang mengenal bahasa hormat (sonkeigo) dan bahasa merendah (kenjougo). Meskipun dewasa ini, banyak anak muda yang mulai meninggalkan tradisi ini.

Sebagai catatan, sebagai orang asing atau traveler, orang Jepang akan selalu memperlakukan Anda sebagai Soto dan sangat sulit untuk menembus ke dalam kelompok Uchi. Meskipun mungkin, itu akan membutuhkan banyak usaha.  

 

Konsep Uchi Soto Dalam Perusahaan

Dalam generasi tua, uchi soto merupakan bagian besar dari fondasi budaya bisnis Jepang. Umumnya perusahaan besar di Jepang seperti Toyota, Honda, dan Suzuki berawal dari perusahaan kecil yang merupakan bisnis keluarga. Bisnis mereka berkembang dan biasanya diturunkan ke anaknya. Hal inilah yang memunculkan konsep kekeluargaan dalam perusahaan, yang artinya di Jepang, perusahaan tidak dipandang sebagai tempat bekerja saja, namun merupakan rumah yang harus dijaga (uchi). Oleh karena itu tidak sedikit orang Jepang bekerja puluhan tahun bahkan seumur hidup dalam satu perusahaan yang dianggap bentuk loyalitas kepada perusahaan. Di Jepang, nama perusahaan adalah sesuatu yang harus dijaga dengan baik, jadi tindakan yang mencoreng nama perusahaan tidak dibenarkan. Dalam kehidupan pribadi pun, orang Jepang sangat disiplin terhadap setiap tindakannya, karena setiap perbuatannya akan mewakili perusahaan. Beberapa perusahaan bahkan ada yang melarang pegawainya meng-upload foto pribadi ke media sosial.

Memahami Uchi dan Soto serta menggunakan Keigo memainkan peran kunci dalam menyesuaikan dan memahami budaya bisnis Jepang.

Perusahaan tempat Anda berada adalah kelompok dalam (uchi)  Anda dan semua orang di luar berada dalam kelompok luar (soto). Anda dapat berbicara dengan manajer Anda dengan sangat sopan dan hormat saat berinteraksi langsung dengannya, tetapi ketika berbicara tentang manajer Anda di depan klien, Anda akan menggunakan bahasa untuk merendahkan diri tanpa menggunakan istilah kehormatan apa pun. Terkadang bahkan Anda perlu menghilangkan akhiran San ketika membicarakan atasan Anda di depan klien Anda.

 

Sekian artikel penjelasan mengenai konsep uchi soto di Jepang. Dengan memahami konsep ini akan memudahkan Anda menyesuaikan diri bekerja di Jepang. Apabila ada pertanyaan seputar ketenagakerjaan di Jepang, silahkan hubungi kami di LINE Official OBOI Jepang.

 

Sumber:

Kompas 『Uchi, Konsep Kekeluargaan dalam Bisnis Jepang』

Japanology 『Concept of Uchi-Soto: In-Groups and Out-Groups』

 

 

 

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA