就職・転職

Kerja di Jepang: Ketrampilan Yang Diperlukan Orang Asing Untuk Bekerja di Jepang

Saat ini jumlah tenaga kerja asing di Jepang terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data yang dirilis Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan pada Januari 2020, terdapat 1,659 juta tenaga asing yang bekerja di Jepang pada tahun 2019. Ini merupakan rekor tertinggi semenjak data tahun 2008. 

sumber: https://www.mhlw.go.jp/content/11655000/000590310.pdf

Prefektur dengan TKA paling banyak terdapat di Tokyo (29,3%), Aichi (10,6%), dan Osaka (6,4%). Meningkatnya jumlah TKA disebabkan pula dengan disahkannya status izin tinggal baru, yaitu Specified Skilled Workers (tokutei ginou) pada April 2019. Namun, sebelum adanya status izin ini, sudah ada beberapa perusahaan Jepang di Industri kreatif yang aktif merekrut tenaga kerja asing. Hal ini juga didukung dengan sumber daya tenaga asing yang tidak sedikit memiliki minat bekerja di industri kreatif Jepang. 

Keterampilan Teknis

Bagi Anda yang ingin bekerja di industri kreatif Jepang, posisi designer dan programer adalah posisi yang paling dicari. Untuk designer sendiri ada perusahaan yang mencari pegawai yang memiliki selera design modern yang menampilkan gaya yang khas dan unik, ada pula perusahaan yang mencari tenaga kerja asing untuk design ala anime/manga style. Untuk programmer, cenderung yang dicari adalah orang yang memiliki keterampilan tinggi yang sulit ditemui di Jepang. Namun, itu semua kembali lagi ke kebutuhan perusahaan. Orang yang memiliki kemampuan teknis rata-rata dan memiliki kemampuan bahasa Jepang tidak menutup kemungkinan untuk direkrut perusahaan. 

Kemampuan Bahasa

Walaupun Saat ini sudah banyak perusahaan Jepang yang ingin mengembangkan bisnisnya di pasar luar negeri, namun lingkungan kerjanya masih menuntut pekerja asing untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang. Oleh karena itu kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang bahasa dan budaya juga dicari oleh perusahaan Jepang. 

Perusahaan Jepang menggunakan JLPT sebagai tolak ukur kemampuan bahasa Jepang orang asing. JLPT adalah tes kemampuan bahasa Jepang yang diadakan setahun dua kali pada bulan Juli dan Desember. Tes yang dilaksanakan di Jepang dikenakan biaya 5.500 yen, sedangkan untuk di Indonesia dikenakan biaya dari Rp 120.000 hingga Rp 220.000, tergantung tingkatan yang diambil. Dengan meningkatnya tenaga kerja asing di Jepang, perusahaan Jepang memberi standarisasi JLPT N2 dan N1 yang setara tingkat bisnis.

Kemampuan Beradaptasi Dengan Kultur Kerja Jepang

Jepang memiliki kultur kerja yang berbeda dengan negara lain, dan mereka sangat menjunjung tinggi kesopanan serta birokrasi, mengenal business manner Jepang akan sangat membantu Anda untuk beradaptasi di dunia kerja. Anda bisa mulai dengan mengenali struktur birokrasi di perusahaan Jepang yang sudah pernah kami bahas di artikel ini.

 

sumber: https://www.dsp.co.jp/tocreator/all/career-all/foreign-workers/

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA