就職・転職

Kehidupan Di Jepang: Tata Krama Di Tempat Umum

投稿日:

Jepang adalah negara dengan masyarakat yang homogen, diduga karena periode sakoku yang ditetapkan ketika Keshogunan Tokugawa berada di bawah pimpinan Tokugawa Iemitsu, melalui sejumlah dekret dan kebijakan yang dikeluarkan pada periode 1633-1639 di mana Jepang menutup semua akses ke luar negeri. Kebijakan ini berlaku hingga kedatangan Komodor Matthew Perry tahun 1853. Namun, walau negara sudah dibuka, warga Jepang masih dilarang meninggalkan Jepang hingga Restorasi Meiji (1868). Banyak pakar ahli menduga hal ini adalah salah satu penyebab banyaknya warga Jepang yang tidak terbiasa dengan budaya asing. Seiring perkembangan zaman, Jepang mulai terbuka dengan budaya luar akan tetapi masih banyak warga yang belum terbiasa dengan budaya serta orang asing, karena itu sangat diharapkan semua orang asing yang datang dan tinggal lama di Jepang mengikuti tata krama Jepang demi menjaga keharmonisan, karena itu lah di artikel kali ini kami akan membahas seputar tata krama di tempat umum saat anda berada di Jepang.

 

Banyak orang di Jepang yang berjalan kaki karena itu tata krama di jalanan sangatlah penting untuk diingat agar kita tidak mengganggu orang-orang di sekitar, berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat:

  • Jangan menaruh barang Anda di area yang bisa menghalangi jalan, terutama apabila Anda berada di area yang sibuk dan ramai, hal ini sering sekali dilakukan bagi mereka yang sedang mencari jalan, janganlah menaruh barang maupun berdiri ditengah jalan atau di dekat pintu, cari lah area yang kosong dan tidak menghalangi jalan.

 

  • Jangan membuang sampah sembarangan, di Jepang Anda akan jarang melihat tong sampah, hal ini disebabkan karena setiap orang diharapkan bertanggung jawab atas sampah mereka masing-masing, silahkan bawa pulang sampah Anda atau cari toko yang menyediakan tempat sampah.

 

  • Pastikan Anda membuang sampah di wadah yang sesuai, umumnya ada 3 jenis tong sampah di Jepang, tempat untuk sampah plastik, botol/kaleng serta sampah organik. Anda harus membuang sampah di wadah yang sesuai agar tidak menyebabkan kesulitan bagi para pekerja saat mereka akan mendaur ulang sampah-sampah tersebut.

 

  • Jalan di sisi yang benar, di setiap daerah di Jepang ada 2 sisi yang dipakai saat anda sedang berjalan trotoar dan menggunakan eskalator, contohnya di Kyoto, warga diminta untuk menggunakan sisi dalam trotoar saat berjalan dan sisi luar trotoar saat bersepeda, sedangkan untuk eskalator, warga diminta untuk menggunakan sisi kiri untuk berdiri dan menggunakan sisi kanan untuk berjalan, hal ini untuk memastikan tidak adanya insiden orang yang bertabrakan.

 

  • Jangan merokok di luar smoking area, bagi Anda yang merokok janganlah merokok sambil berjalan maupun diluar area untuk merokok, apabila Anda melanggar, maka Anda dapat dikenai denda, merokoklah ditempat yang disediakan agar tidak mengganggu orang di sekitar.

 

  • Janganlah melakukan PDA atau Public Display Affection, atau bisa dibilang juga bermesraan, bermesraan di tempat umum cukup dinilai sebagai sebuah perilaku yang tidak sopan, dan meskipun diantara orang Jepang juga ada yang melakukan PDA, terutama di kalangan anak muda, sebaiknya apabila ingin bermesraan dilakukan di ruang pribadi saja.

 

  • Jangan makan sambil berjalan, carilah tempat dimana Anda bisa menikmati makanan Anda karena makan sambil berjalan tidak lah sopan dan juga memiliki resiko mengotori jalanan, serta kecelakaan, terutama apabila Anda memakan makanan yang ditusuk seperti takoyaki dan yakitori.

 

  • Jangan mengambil video maupun photography sembarangan, ada banyak area, monumen, benda dan bangunan di Jepang yang terlihat sangat megah dan indah, akan tetapi tidak berarti semua itu boleh diambil fotonya maupun divideokan, contohnya seperti perumahan di area Gion di kyoto, banyak sekali orang-orang yang pergi ke area tersebut dan mengambil foto serta video yang menyebabkan kebisingan dan mengganggu warga yang tinggal di area itu, tak hanya itu bagi pemilik rumah, tentu ada rasa tidak nyaman apabila foto rumah Anda, lengkap dengan plakat nama tersebar di Internet. Hati-hati saat mengambil foto, di Jepang ada hukum privasi yang melindungi warga Jepang, apabila Anda mengambil foto dimana wajah seseorang terlihat jelas dan menyebarkannya, anda bisa terkena hukum pelanggaran privasi dan dituntut.

 

  • Saat duduk di kendaraan umum, janganlah membuka kaki Anda lebar-lebar maupun menaruh barang di area yang mengganggu, hal ini pun dianggap sangat tidak sopan dan mengganggu sekitar, terutama apabila di rush hour.

 

  • Jangan menyebrang sembarangan, hal ini tentunya sama di negara manapun, peraturan lalu lintas haruslah dipatuhi termasuk untuk para pejalan kaki. Janganlah menyebrang jalan saat lampu sudah merah, karena akan berisiko menyebabkan kecelakaan.

 

  • Jangan memutar lagu, atau menyebabkan kebisingan di tempat umum, banyak kejadian dimana orang memutar musik maupun video yang kencang hingga mengganggu orang sekitar, hindarilah hal ini dan gunakanlah headphones agar tidak menjadi sumber polusi suara.

 

Jepang adalah negara dimana warganya diajari sejak dini untuk mematuhi peraturan, dan banyak diantara mereka yang tidak terbiasa dengan orang asing maupun budaya asing, seperti kata pepatah: di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, marilah kita sebagai warga Asing yang akan tinggal di Jepang mengikuti peraturan dna menghargai budaya negara ini demi keharmonisan serta kenyamanan bersama.

 

Sumber: 

Japan Guide 『Etiquette』

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA