就職・転職

Kehidupan di Jepang: Hoaks Yang Merugikan Warga Asing Pasca Gempa 13 Februari

投稿日:

Pada tanggal 13 Februari tengah malam, gempa berkekuatan 7,3 magnitude melanda prefektur Miyagi dan Fukushima yang berada di daerah Tohoku. Menurut badan meteorologi Jepang, gempa tersebut merupakan gempa susulan yang terjadi 10 tahun lalu.

Pasca gempa tersebut marak bermunculan hoaks yang tersebar melalui Twitter dan Youtube mengenai penipuan, diskriminatif, dan informasi tidak benar lainnya. 

Beberapa hoaks diskriminatif yang menjadi trending di Twitter pasca gempa 13 Februari yaitu mengenai “Orang Korea dan Orang Kulit hitam membuang racun ke dalam sumur”. Nampaknya warganet Jepang meniru hoaks ini dari rumor yang tersebar saat gempa besar Kanto 1923. Pasca gempa tersebut hoaks serupa, yaitu “Orang Korea membuang racun ke dalam sumur” dan “menyebabkan kerusuhan” menjadi pemicu pembantaian warga Korea dan Tionghoa oleh warga yang termakan hoax tersebut.

Tidak hanya itu, setiap kali terjadi bencana besar penyebaran hoaks yang merugikan warga asing terus berulang di internet. Contoh lainnya adalah hoaks yang tersebar pasca gempa bumi besar Tohoku pada tahun 2011. Terdapat banyak rumor beredar yang mengatakan adanya tindakan kriminal yang dilakukan oleh warga asing di daerah bencana. Ironisnya, menurut hasil survei dari Universitas Tohoku Gakuin terhadap warga Sendai, 80% koresponden mengatakan mempercayai rumor tersebut.

Hoaks lainnya yang merugikan warga asing beredar pada Juli 2006, dimana pada saat itu terjadi bencana hujan lebat dan muncul hoaks provokatif yang menyebutkan warga China dan Korea melakukan penjarahan saat kebakaran. 

Selain hoaks-hoaks yang merugikan warga asing, terdapat pula pernyataan-pernyataan absurd yang menjadi trending di Twitter pasca gempa 13 Februari, salah satunya adalah hashtag “gempa buatan”. Salah satu cuitan konyol yang diposting dengan hashtag tersebut yaitu, “gempa buatan yang disebabkan oleh mantan perdana menteri Shinzo Abe”. Ironisnya cuitan yang mengatakan bahwa gempa ini merupakan “teori konspirasi” juga menjadi topik heboh di Twitter.

HOAKS Ledakan Di Prefektur Chiba

Di era internet sekarang ini, informasi yang tidak benar seperti itu mudah tersebar. Ada beberapa kasus dimana hoaks yang tersebar menimbulkan kecemasan pada orang-orang. Salah satu kasus terjadi di kawasan pesisir Kota Ichihara, Prefektur Chiba. Kasus ini menjadi viral dikarenakan tersebarnya beberapa video maupun foto pasca gempa 13 Februari yang diduga terjadi ledakan di pabrik akibat gempa. Menurut pihak departemen pemadam kebakaran setempat yang telah dikonfirmasi oleh pejabat pabrik, tidak ada ledakan atau kebakaran yang terjadi, namun hanyalah api yang keluar dari tumpukan knalpot pabrik.

Menurut seorang pejabat perusahaan yang memiliki fasilitas terkait minyak di kota tersebut, pabrik produksi minyak selalu membakar kelebihan gas, tetapi pemadaman listrik akibat gempa menyebabkan pabrik mati, yang mengeluarkan banyak gas dan menciptakan lebih banyak gas api dari biasanya. Dipercaya bahwa banyak orang yang telah salah kaprah melihat situasi ini sebagai akibat dari gempa.

Menurut Daisuke Tsuda, seorang jurnalis yang khusus di bidang hoaks online mengatakan 

“Jika Anda mendapatkan informasi yang tidak pasti, jangan langsung menyebarnya, tunggu hingga media atau surat kabar melaporkannya”. Informasi palsu seperti hasutan untuk melakukan diskriminasi sangat jelas berbahaya dan harus dilaporkan. Tsuda sendiri telah me-re-tweet dan melaporkan beberapa cuitan bermasalah yang beredar segera setelah gempa bumi. 

Tsuda menambahkan, “Kualitas informasi palsu telah meningkat dari tahun ke tahun. Ada juga kasus di mana gambar dari beberapa tahun yang lalu dibuat agar terlihat seperti terjadi sekarang. Silahkan periksa untuk melihat apakah itu nyata atau tidak dengan menggunakan web Anda. fungsi pencarian browser untuk gambar dan video”.

 

Sumber: https://mainichi.jp/english/articles/20210215/p2a/00m/0na/016000c

 

コメントを残す

メールアドレスが公開されることはありません。 * が付いている欄は必須項目です

CAPTCHA